Sabtu, 13 Maret 2010

Mengetahui Tercemarnya Air

Mengetahui Tercemarnya Air

Ciri-ciri air yang layak minum

1.

Jernih, tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna.

2.

Suhunya sejuk dan tidak panas.

3.

Bebas unsur-unsur kimia yang berbahaya seperti besi (Fe), seng (Zn), raksa (Hg) dan mangan (Mn).

4.

Tidak mengandung unsur mikrobiologi yang membahayakan seperti coli tinja dan total coliforms.

Kontaminasi air minum yang dipasok untuk keperluan masyarakat biasanya terjadi akibat limbah industri, domestik, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), korosi dari pemipaan, dan juga akibat hasil samping dari proses disinfeksi dengan klorin. Proses kontaminasi itu dapat terjadi mulai dari sumber air baku, selama proses pengolahan, ataupun pada pipa distribusinya.

Beberapa zat kimia yang bersifat racun terhadap tubuh manusia antara lain: logam berat, pestisida, senyawa polutan hidrokarbon, zat-zat radioaktif alami atau buatan dan lain sebagainya. Zat berbahaya itu tidak teraba maupun kasat mata. Bahkan setelah dipanaskan 100 derajat celsius, zat kimia di dalam air cenderung tidak hilang. Sebab pemanasan hanya mematikan bakteri atau kuman.



Pencemaran Oleh:

Nitrat

Nitrat adalah senyawa yang banyak dihasilkan dari limbah, baik limbah kotoran manusia, limbah industri, atau limbah organik lain seperti: hasil samping penggunaan pupuk pertanian. Senyawa nitrat dapat menahan perembesan air ke dalam tanah dan banyak mencemari sumber air dangkal.




Flourida (F)


Senyawa kimia ini secara alami ada pada air dalam berbagai konsentrasi. Pada kosentrasi kecil (1,5 mg/l) akan bermanfaat pada kesehatan gigi. Namun bila lebih dari 2 mg/l, akan menyebabkan kerusakan gigi (gigi bercak-bercak). Bila lebih besar lagi 3-6 mg/l menyebabkan kerusakan pada tulang. Dosis fluorida di dalam air maksimal 0,8 mg/l.


Air Raksa


Yaitu logam berat berunsur racun bagi tubuh. Limbah merkurium akibat industri pernah menimbulkan korban jiwa pada kasus Minamata, Jepang (1950).


Kadmium


Air minum biasanya mengandung kadmium (Cd) dengan kosentrasi 1 ug atau kadang-kadang mencapai 5 ug. WHO telah mengeluarkan rekomendasi, kadar Cd dalam air minum sebesar 0,01 mg/l sedangkan Peraturan Pemerintah No. 20/1990 kadar maksimum Cd dalam air minum sebesar 0,005 mg/l.


Selenium


Biasanya ditemukan di daerah seleniferous (tadah hujan). Di daerah semacam itu kandungan selenium dalam air tanah (sumur) ataupun permukaan bisa tinggi. WHO menetapkan kadar selenium pada air minum sebesar 0,01 mg/l sedangkan Peraturan Pemerintah No. 20/1990 merekomendasikan kadar selenium yang diperbolehkan sebesar 0,001 mg/l.

Pengertian Pencemaran Air

Berwarna keruh dan berbau serta seringkali bercampur dengan benda-benda sampah seperti kaleng, plastik, dan sampah organik. Air yang demikian biasa disebut air kotor atau disebut pula air yang tercemar.

Salah satu dampak negatif kemajuan ilmu dan teknologi yang tidak digunakan dengan benar adalah terjadinya pencemaran. Pencemaran air adalah penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurniannya. Sedangkan, menurut Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No.02/MENLH/I/1998 yang dimaksud dengan polusi atau pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air/udara dan atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas air/udara turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabakan air/udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi dengan peruntukannya.

Segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut polutan. Sesuatu benda dapat dikatakan polutan bila kadarnya melebihi batas normal dan berada pada tempat dan waktu yang tidak tepat. Polutan dapat berupa debu, bahan kimia, suara, panas, radiasi, makhluk hidup, zat-zat yang dihasilkan makhluk hidup dan sebagainya.

Ciri-ciri air yang mengalami polusi sangat bervariasi tergantung dari jenis air dan polutannya. Untuk merngetahui suatu air terpolusi atau tidak, diperlukan suatu pengujian untuk menentukan sifat-sifat air sehingga dapat diketahui apakah terjadi penyimpangan dari batasan polusi air.

Kandungan maksimal logam yang diperbolehkan dalam air (dalam mg/L) :

No

Nama Logam

Kandungan Maksimal Dalam Air

1

Kalsium (Ca)

200

2

Magnesium (Mg)

150

3

Barium (Ba)

0,05

4

Mangan (Mn)

1

5

Tembaga (Cu)

1

6

Seng (Zn)

15

7

Krom Heksavalen (Cr6+)

0,05

8

Kadimum (Cd)

0,01

9

Raksa (Hg)

0,001

10

Timbal (Pb)

0,1

11

Arsen (As)

0,05

12

Selenium (Se)

0,01

Logam berat seperti merkuri (Hg), Timbal (Pb), Arsenik (As), Kadmium (Cd), Kromium (Cr), Seng (Zn), dan Nikel (Ni), merupakan salah satu bentuk materi anorganik yang sering meninbulkan berbagai permasalahan yang cukup serius pada perairan. Penyebab terjadinya pencemaran logam berat pada perairan biasanya berasal dari masukan air yang terkontaminasi oleh limbah bungan industri dan pertambangan.

Jenis-jenis industri pembuangan limbah yang mengandung logam berat :

No

Limbah

Logam Berat

1

Kertas

Cr, Hg, Pb, Zn, Cu, Ni

2

Petro-chemical

Cr, Hg, Pb, Zn, Cd, Sn

3

Pengelantang

Cr, Hg, Pb, Zn, Cd, Sn

4

Pupuk

Cr, Hg, Pb, Zn, Cd, Cu,Ni

5

Kilang Minyak

Cr, Ni, Pb, Zn, Cd, Cu

6

Baja

Cr, Hg, Pb, Zn, Cd, Cu, Ni, Sn

7

Logam Bukan Besi

Cr, Hg, Pb, Zn, Cu

8

Kendaraan Bermotor, Pesawat Terbang

Cr, Hg, Pb, Zn, Cd, Cu, Sn

9

Gelas, Semen, Keramik

Cr

10

Tekstil

Cr

11

Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Cr, Zn



Sifat-Sifat Air Terpolusi

Untuk mengetahui terpolusinya air dapat diamati dengan terjadinya perubahan-perubahan antara lain :

  1. nilai pH, keasaman dan alkalinitas

  2. suhu

  3. warna, bau dan rasa

  4. jumlah padatan

  5. nilai BOD (biochemical oxygen demand)/COD (chemical oxygen demand)

  6. pencemaran mikroorganisme patogen

  7. kandungan minyak

  8. kandungan logam berat

  9. kandungan bahan radio aktif

Jenis-Jenis Polutan Air

  1. Padatan

Kelarutan padatan :

  • padatan terendam (sedimen)

  • padatan tersuspensi dan koloid (keruh)

  • padatan terlarut

  • minyak dan lemak

  1. Bahan buangan yang membutuhkan oksigen (oxygen demanding wastes)

Air dikategorikan sebagai air terpolusi jika konsistensi oksigen terlarut menurun di bawah batas yang dibutuhkan untuk kehidupan biota. Bahan-bahan yang mudah dibusukkan atau pecah oleh bakteri akan mengubah konsentrasi oksigen terlarut.


  1. Mikroorganisme

Berasal dari berbagai sumber seperti udara, tanah, sampah, lumpur, tanaman hidup atau mati, hewan hidup atau mati (bangkai), kotoran manusia atau hewan, bahan organik lainnya dan sebagainya.

Faktor-faktor jumlah dan jenis mikroorganisme :

  • Sumber air

  • Komponen nutrien dalam air

  • Komponen beracun

  • Faktor fisik

  • Logam berat dalam air

Logam-logam berat yang berbahaya dan sering mencemari lingkungan terutama adalah merkuri (Hg), timbal (Pb), arsenik (As), kadium (Cd), kromium (Cr), dan nikel (Ni).

  1. Bahan pencemar lain

  • Fosfat

Fosfat berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan detergen.

  • Nitrat dan nitrit

Kedua senyawa ini berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan proses pembusukan materi organik.

  • Poliklorin bifenil ( PCB)

Senyawa ini berasal dari pemanfaatan bahan-bahan pelumas, plastik dan alat listrik.

  • Residu pestisida organiklorin

Residu ini berasal dari penyemprotan pestisida pada tanaman untuk membunuh seranagga.

  • Minyak dan hidrokarbon

Minyak dan hidrokarbon dapat berasal dari kebocoran pada roda dan kapal pengangkut minyak.

  • Radio nuklida

Radio nuklida atau unsur radioaktif berasal dari kebocoran tanki penyimpanan limbah radioaktif.

  • Logam-logam berat

Logam berat berasal dari industri bahan kimia, penambangan dan bensin.

  • Limbah pertanian

Limbah pertanian berasal dari kotoran hewan dan tempat penyimpanan makanan ternak.

  • Kotoran manusia

Kotoran manusia berasal dari saluran pembuangan tinja manusia.

2.5 Bahaya Yang Timbul Dari Polusi Air

Berbagai polutan memerlukan O2 untuk pengurainnya. Jika kurang O2, penguraiannya tidak sempurna dan menyebabkan air berubah warnanya dan berbau busuk. Bahan atau logam yang berbahaya seperti arsenat, uradium, krom, timah, air raksa, benzon, tetraklorida, karbon dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut dapat merusak organ tubuh manusia atau dapat menyebabkan kanker. Sejumlah besar limbah dari sungai akan masuk ke laut.

Akibat yang ditimbulkan oleh polusi air :

  1. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen

  2. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi)

  3. Pendangkalan dasar perairan

  4. Tersumbatnya penyaringreservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi

  5. Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat

  6. Akibat pengunaan pestisida yang berlebihan selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan makhluk berguna terutama predator

  7. Kematian biota kuno, seperti plankton, bahkan burung

  8. Mutasi, kanker dan leukimia

Sumber

http://www.litbang.depkes.go.id/index.htm

http://digilib-ampl.net/detail/list.php?tp=perundangan&ktg=uu

http://google.com/polusi air


Tidak ada komentar:

Posting Komentar